Cari Blog Ini

Rabu, 19 Agustus 2015

Makna Ghibah


1. Secara bahasa, merupakan musytaq dari al-ghib, artinya lawan dari nampak, yaitu segala sesuatu yang tidak diketahui bagi manusia baik yang bersumber dari hati atau bukan dari hati. Maka ghibah menurut bahasa ialah membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya baik isi pembicaraan itu disenanginya ataupun tidak disenanginya, kebaikan maupun keburukan.

2. Secara definisi ghibah adalah seorang muslim membicarakan saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya tentang hal-hal keburukannya dan yang tidak disukainya, baik dengan tulisan maupun lisan, terang-terangan maupun sindiran.

Menurut Ibnu Mas’ud r.a. definisi ghibah adalah ”Ghibah adalah engkau menyebutkan apa yang kau ketahui pada saudaramu, dan jika engkau mengatakan apa yang tidak ada pada dirinya berarti itu adalah kedustaan.” Ayat Allah SWT tentang larangan ghibah:
“Janganlah kalian menggunjingkan satu sama lain. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Tawwab (Maha Penerima taubat) lagi Rahim (Maha Menyampaikan Rahmat).” [QS Al Hujurat: 12]

Selasa, 18 Agustus 2015

Meninggalkan sesuatu karena Allah

Ada yang kehausan lalu meminta agar saudaranya mau membantunya, dia lalu menyodorkan gelas pada saudaranya untuk diisi air untuknya. Namun air tak kunjung dituang, saudaranya hanya memandanginya, juga memandangi gelas yang dia sodorkan untuk diisi air baginya. Air tak kunjung diisi sementara lengannya letih meminta, saudaranya tetap tak bergerak padahal persediaan airnya banyak.

Ia merintih, mengemis, meyakinkan saudaranya, betapa haus dirinya, namun saudaranya tetap bergeming, tetap tiada air yang dituang. Dia tahu segelas air takkan menyusahkan saudaranya, dia tahu mudah bagi saudaranya menuangkan air ke gelasnya, sangat mudah.

Sekali lagi dia memohon pada saudaranya, airmatanya mulai menetes, namun linangan airmata pun tak menolong, air tetap tak dituang. Tak tahan lagi, kecewa mengubah harap jadi marah, ia naik pitam, ia maki, ia cela saudaranya, "pelit, kikir, bakhil" deras dari lisannya. Namun tetap tak ada air yang tertuang padanya, saudaranya hanya diam saja menerima amarahnya.

Usai melepas semua murka, saudaranya berkata lembut padanya, "bagaimana aku mengisi gelas yang sudah penuh dengan air yang kotor?" :D

Begitulah cerminan kita tatkala kita meminta dan berdoa pada Allah, kita meminta, mau dipenuhi, namun tak menyiapkan gelasnya.

Allah pasti mengabulkan doa kita, hanya kita sering tak siap, agar apa yang kita pinta mampu kita terima, kita tak memantaskan diri.

Simak sabda Nabi saw, "sungguh jika engkau tinggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan  mengganti yang lebih baik" - HR Ahmad

Kita meminta pada Allah, kita berharap Allah kabulkan doa, namun kita enggan tinggalkan yang lama, bagaimana diganti yang baru? Berdoa ingin terkabul, namum maksiat tetap jalan, ibarat meminta air, namun gelas dipenuhi air kotor.

Buang dulu air kotornya, bersihkan gelasnya, lalu meminta, tinggalkan dulu maksiatnya, Allah pasti ganti yang lebih baik.

Setiap perubahan itu punya risiko, termasuk berubah lebih taat, tapi ketahuilah, tidak berubah taat, itu yang paling berisiko.

By Ust Felix Siauw

Senin, 17 Agustus 2015

Merdeka itu...

Sekali Merdeka tetap Merdeka...
Merdeka....
ALLAHU AKBAR...

Merdeka itu..
Jika kita mampu menahan Amarah yang menggebu

Merdeka itu...
Jika kita dapat mengendalikan nafsu yang menghampiri

Merdeka itu...
Jika kita berani mengambil keputusan untuk menjadi lebih baik dan mampu mempertahankannya

Merdeka itu...
Jika kita bersabar tanpa mengeluh dengan segala ujian yang Allah berikan

Merdeka itu...
Jika kita dengan ikhlas melaksanakan segala perintahNYA tanpa mengharapkan pujian

Merdeka itu...
Jika semua amal ibadah kita diterima Allah subhanahu Wa Ta'ala

Merdeka itu...
Jika kita menerima Takdir Allah dan mensyukurinya

Merdeka itu...
Jika kita bisa berkumpul bersama Rasulullah di Syurganya Allah

Merdeka itu...
Ketika Allah membukakan tabirnya antara kita dan Dia (Allah), dan kita dapat melihat wajahnya ALLAH
Masya Allah

Suhaib berkata, bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Ketika penduduk surga memasuki surga, Allah berkata, ‘Kalian ingin sesuatu, maka aku tambahkan?’ Mereka menjawab, ‘Oh Tuhan kami, apa lagi yang kami inginkan!? Bukankah Engkau telah membuat wajah kami putih berseri, dan Engkau telah memasukkan kami ke surga!?’ Lalu hijab itu pun dibuka. Tidak ada pemberian yang lebih mereka senangi melampaui melihat Tuhan mereka. "
....
....
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam kitab suci Al-Qur'an Surat Yunus ayat 26 yang artinya ;
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (syurga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam, dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni Syurga, mereka kekal di dalamnya."

Maha benar Allah dengan segala FirmanNYA

By @sari_869

Minggu, 16 Agustus 2015

Atas Masa laluku, aku malu


Pernah jadi manusia paling tidak kenal dosa,
Semua kuanggap biasa,
Tak akan pernah ada pertanggungjawaban kepada Allah Taala,
Segala macam maksiat pernah dicoba,
Namun waktu memang pandai merubah segala,
Kian hari hati kian sepi, jiwa semakin hampa,
Coba mencari bahagia namun apa daya, ternyata hanya menggenggam nestapa.

Jiwa berontak, inginkan kebahagiaan,
Dunia yang diharapkan memberi segalanya rupanya hanya berisi bualan,
Mencari kesana sini, inginkan ketenangan,
Setelah lelah, jawaban segala kegelisahan itu Tuhan.

Masa laluku cukup membuat malu,
Mungkin dosa-dosaku besarnya mencapai jutaan gunung Semeru digabung menjadi satu,
Bermaksiat ini itu tiada ragu,
Ibadah jika ingat dan ada waktu,
Asal solat tanpa pernah merasa perlu.

Hati ini selalu merasa kurang,
Tiada pernah puas, harus dapatkan semua yang kumau meskipun harus curang,
Kerja siang malam demi dapatkan uang,
agar dapat membeli apapun yang dapat membuat senang.
Agar hawa nafsu selalu harus selalu menang.

Astaghfirullah..
Itulah surga dunia kreasi setan,
Bergelimangan kesenangan,
Penuh dengan rayuan dan pujian,
Seolah akhirat itu hanya dongengan,
Hidup ini abadi dan berisi kemewahan.

Kawan,
Sadarlah sebelum terlambat,
Jangan pernah ragu untuk bertaubat,
Walau dosamu seluas samudra,
Ampunan Allah sebesar antariksa.

Kawan,
Setiap hari baru yang Allah beri adalah kesempatan,
Untuk memperbaiki diri agar jadi insan kebanggaan Tuhan,
Selama nafas masih dalam helaan,
Percayalah terbukanya untuk kita pintu surga bukan sedekar impian.

Kawan,
Selagi ada waktu, gantilah illahmu,
Jangan lagi sembah dunia yang penuh tipu,
Kembalilah pada Allah yang senantiasa terima taubatmu,
Agar kelak tak berat siksa atas segala khilafmu.

@NegeriAkhirat

Jumat, 14 Agustus 2015

Hijrah, Perjalanan Indah Namun Berliku

Tidak selamanya sebuah perubahan akan di terima oleh orang-orang di sekitar kita, sekalipun perubahan yang di lakukan adalah perubahan yang mengarah kepada kebaikan. Masih saja banyak orang yang menyepelekan, merendahkan, menghujat, menghina, dan menuduh hal yang tidak-tidak.

Apa sebenarnya salahku?
Bagian manakah letak kesalahanku?
Jelaskan, apa yang menurut kau benar?
Tolong..
Jangan kau hakimi aku
Jangan kau hina perubahanku
Jangan kau patahkan semangatku
Jangan kau hujat aku dengan mudahnya
Jangan kau sepelekan hijrahku
Kau tak pernah tau bagaimana aku meminta agar aku cepat di permudah mendapat hidayah-Nya
Kau tak pernah tau bagaimana aku mengemis pada-Nya
Kau tak pernah tau bagaimana aku memohon kepada-Nya agar hijrah ini di ridhoi-Nya
Kau tak pernah tau bagaimana perjuanganku melawan ujian ini
Kau tak pernah tau seperti apa aku menangis dalam penyesalan
Dan kau tak pernah tau, bahwa aku tetap mendo'akanmu agar Allah segera membuka hati dan mempermudah kau agar segera mendapat hidayah-Nya

Tolong..
Bantu aku,
Rangkul aku, agar hijrah ini tidak berhenti walau seribu ujian dan cobaan datang menghampiri.
Hargailah setiap perubahanku untuk menjadi pribadi yang lebih baik

by @nisaanurs

Hal yang harus di cemaskan

diambil dari nasehat Hasan Basri yang mengajak kita untuk merenungi 5 hal yang paling pantas untuk selalu kita cemaskan. antara lain:

1. Ibadah kita

Adakah ibadah kita selama ini cukup pantas untuk diterima Allah SWT. Ataukah jangan-jangan shalat yang begitu banyak kita kerjakan itu hanyalah gerakan tanpa makna. Dan ataukah puasa dan amal kita hanyalah penghias hasrat semata. Bukankah misi hidup manusia didunia adalah beribadah pada ALLAH? lalu apa gunanya kita jika semua ibadah kita tidak diterima oleh ALLAH. Selayaknya kita selalu meminta pada ALLAH untuk memperbaiki ibadah kita dan terus menjaga niat kita hanya untukNya.

2. Dosa-dosa kita

Sudah berapa banyak dosa yang kita lakukan selama kita hidup? Segala yang besar berasal dari yang kecil. kadang kita tertipu oleh dosa-dosa kecil. merasa dosa kecil tidaklah terlalu besar dampaknya. padahal semua yang besar berasal dari yang kecil. Bagaimana jika ibadah kita yang pas-pasan senantiasa dikikis oleh dosa yang membesar?

Semoga ALLAH senantiasa menjaga kita dari dosa kecil dan besar.

3. Surga dan Neraka

Surga dan neraka adalah konsekuensi dan keniscayaan hidup manusia setelah hari perhitungan. Hanya ada dua tempat itulah tempat kita kembali nanti.

Sudahkah kita tahu betapa dasyatnya siksa neraka? dan sudahkah kita yakin akan kenikmatan surga?

Sudahkah kita pantas memasuki surga? dan sudahkah kita yakin bisa terhindar dari siksa neraka?

Semoga tempat kembali kita adalah tempat terbaik disisi ALLAH SWT

4. Masa lalu dan masa depan

Masa lalu adalah pelajaran berharga yang harus kita ingat baik-baik. sedangkan masa depan adalah sesuatu yang tidak pernah kita ketahui. Untuk itu, setiap hari kita diingatkan oleh ALLAH melalui setiap shalat kita untuk senantiasa diberikan petunjuk menapaki jalan yang lurus.

5. Keridhoan Allah atas semua tindakan kita

Dari semua hal yang kita lakukan dahulu, sekarang maupun yang akan datang, adakah kita yakin bahwa semua itu mendatangkan ridho ALLAH? ataukah hanya hal sekedarnya yang tidak ada nilainya, atau bahkan membawa murka ALLAH? kita perlu senantiasa memperhatikan apa yang sedang dan kita lakukan.

Sedikit renungan semoga bermanfaat.

Hadiah Bagi Orang Yang Sabar

HADIAH BAGI ORANG YANG BERSABAR

Sesungguhnya segala sesuatu tidak akan pernah berubah kecuali apa yang ada dalam diri dan hati kita telah berubah. Ini bermakna sesuatu yang berlaku seperti yang telah dirancang oleh Allah tidak akan pernah berubah. Kita hanya boleh berubah diri sendiri.

“Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum hingga mereka sendiri yang mengubahnya” (Surah Ar-Ra’du).

Kesusahan telah berubah menjadi ketenangan.
Kemarahan telah berubah menjadi kerelaan.
Kesedihan dan kegundahan telah berubah menjadi kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Bersabarlah maka kita akan mendapat hadiah berikut daripada Allah:
💌Pahala orang yang bersabar. Orang yang bersabar akan mendapat pahala yang tidak terbatas dan terhingga daripada Allah.
Allah berfirman,
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas” (Surah Az-Zumar ayat 10)
💌Orang yang bersabar akan mendapat kekuatan bersama Allah.
Allah berfirman,
“Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar” (Surah Al-Anfal ayat 46)
💌Orang yang sabar akan mendapat cinta Allah SWT.
Sebagaimana firman-Nya,
“Allah menyukai orang-orang yang sabar”
(Surah Ali Imran ayat 146)
💌Orang yang sabar akan mendapat kebaikan di akhirat kelak.
Firman Allah SWT,
“Dan orang-orang yang sabar kerana mencari keredhaan tuhan-Nya, mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga ‘Adu yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang soleh daripada bapa-bapanya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikatmasuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan)” salamun’alaikum bima sobartum,” maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”
(Surah Ar-Ra’du ayat 22-24)
💌Nilaikan musibah yang menimpa kita dengan penuh kesabaran. Jika hal ini terjadi atas keinginan Allah maka Dia telah menyediakan pahala bagi kita.
Allah brfirman,
“Maka bersabarlah, sesungguhnya kesudahan yang adalah bagi orang-orang yang bertaqwa” (Surah Hud ayat 49)

Bersabar terus😊 #sabarlahdiriku