Cari Blog Ini

Kamis, 13 Agustus 2015

Kenapa harus sedih?

Kenapa harus sedih jika tak ada satupun teman yg peduli? Selama kita selalu ingat pada Allah, maka Allah tak akan pernah berpaling dari kita..

Mengapa harus takut ketika tak ada yg mau membantu sama sekali? Allah selalu bersama kita, untuk kita yg selalu sabar dalam menghadapi ujian..

Saudara saudariku, apalah arti dunia yg semu dan sementara ini. Sementara surga berkali-kali lipat lebih indah dari sekedar yg ada dalam benak kita. Tak inginkah kita jadi penghuninya? Yang bahkan dirindukan olehnya?

Berdoalah pada Allah.. berdoalah untuk hal-hal baik. Pun mendoakan kebaikan untuk orang lain yg sering menyakiti kita, adalah kunci ketenangan hidup..

Yuk ah.. kencengin lagi ibadahnya.. sempurnakan lagi niatnya.. hanya untuk Allah.. Allah.. dan Allah.. :)

Tak perlu takut.. tak perlu risau.. tetaplah berdoa kepada Allah.. dan selalu berusaha..

Barakallahu fiikum.. Dari @luzeonart

Untukmu Wahai Para Suami


Wahai para suami, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:

1. Apa yang memberatkanmu-wahai hamba ALLAH untuk tersenyum dihadapan isterimu ketika engkau masuk menemuinya, agar engkau mendapatkan ganjaran dari ALLAH Ta’ala.

2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah (ceria) ketika engkau menjumpai isteri dan anak-anakmu yang telah menanti dirimu dirumah!! Agar engkau mendapatkan pahala.

3. Apa sulitnya apabila engkau masuk kedalam rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna, yaitu : assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”, agar dirimu mendapatkan 30 kebaikan?!!.

4. Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmu agak sedikit dipaksakan?!!.

5. Apakah yang menyusahkanmu-wahai para suami, apabila dirimu berdoa kepada ALLAH, dengan do’a: “Ya ALLAH, perbaikilah istriku dan curahkan keberkahan padanya”.

6. Tahukah kamu (wahai para suami) bahwa ucapan yang lembut merupakan shadaqah?!!.

7. Apa yang memberatkanmu untuk memberikan hadiah (oleh-oleh) untuk isteri dan anak-anakmu, ketika dirimu pulang dari safar?

8. Wahai para suami, luangkanlah waktumu untuk menemani isterimu, anak-anakmu mengajarkan dan membaca alqur’an padanya, atau menghadiri majelis-majelis ilmu yang mengajarkan alqur’an dan sunnah menurut pemahaman para sahabat.

9. Tahukah engkau wahai para suami, bahwa bersetubuh akan mendatangkan ganjaran dari ALLAH, sebagaimana Nabi bersabda: Diantara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan isteri-isteri kalian. (Silsilah shahihah: 441)

Semoga memberikan manfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution

Agar Tidak Dendam


Berikut adalah muhasabah yang dapat kita hadirkan dalam hati kita saat seseorang telah membuat kesalahan kepada kita, agar tidak ada dendam yang berkembang dalam hati.

Ingatlah bahwa perbuatan orang itu kepada kita tidak keluar dari kehendak Allah. Allah menginginkannya itu terjadi dan ada hikmah dibalik itu.

Ingatlah dosa-dosa kita. Karena tidaklah keburukan menimpa kita melainkan karena sebab dosa-dosa kita. Sibuklah dengan tobat dan istighfar, dari pada sibuk mencela dan mencari-cari cara untuk membalasnya.

Ingatlah pahala yang sungguh besar bagi orang yang mau memaafkan dan bersabar.

Ingatlah bahwa memaafkan dan berbuat baik akan membuat hati kita bersih dari keinginan-keinginan buruk, hasad dan dendam. Dengan itu hati akan merasakan kelazatan yang jauh lebih lazat dari kelazatan melampiaskan dendam.

Ingatlah bahwa dendam akan membuat jiwa menjadi hina, sedangkan memaafkan akan membuat jiwa menjadi mulia.

“Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba dengan sikap memaafkan melainkan kemuliaan” (HR Muslim)

Ingatlah bahwa balasan yang kita akan dapatkan sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan. Kita pun pasti pernah berbuat zalim dan dosa. Jika kita memaafkan, Allah pun akan memaafkan kita.

Ingatlah bahwa menyibukkan diri dengan dendam akan menghabiskan waktu dan membuat hati menjadi tidak fokus. Sehingga banyak hal-hal bermanfaat kita lewatkan. Maka jangan sampai musibah lebih besar menimpa kita.

Ingatlah bahwa Rasulullah tidak pernah sekali pun dendam karena urusan pribadinya. Jika itu terjadi kepada orang yang paling mulia, bagaimana dengan kita?

Ingatlah bahwa sabar adalah setengah dari keimanan. Jika kita bersabar, maka kita berarti sedang menjaga keimanan kita.

Ingatlah bahwa dengan bersabar berarti kita telah mengalahkan dan mengendalikan jiwa kita. Karena jiwa yang tidak dapat kita taklukan akan mengajak kita pada kebinasaan.

Ingatlah bahwa jika kita bersabar, maka Allah pasti akan menolong kita.

cahayaislam

Selasa, 09 Juli 2013

Bagaimana Cara Minum Obat Ketika Berpuasa???


Marhaban Ya Ramadhan. Ibadah puasa Ramadhan merupakan salah satu perintah wajib Allah SWT kepada para umat Nya, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.   

Puasa berarti menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.  

Banyak hikmah yang bisa kita peroleh saat ibadah puasa, salah satunya adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani kehidupan. Betapa banyak ibadah dengan janji pahala berlipat ganda yang bisa kita lakukan di bulan suci Ramadhan bila kondisi tubuh kita prima. Namun bagaimana jika tubuh kita dalam kondisi sebaliknya?  

Orang yang sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa asalkan ada bukti medis (keterangan dari dokter), pengalaman atau ia yakin bahwa puasa akan memberi suatu madharat, dapat memperparah penyakitnya atau memperlambat penyembuhannya. Namun seseorang yang menderita penyakit ringan tetaplah harus berpuasa dengan tetap meminum obat untuk menghilangkan penyakitnya.  

Sebagian besar umat muslim memilih tetap menjalankan puasa meskipun sedang sakit. Pola makan yang berubah membuat jadwal minum obat penderita penyakit menahun seperti hipertensi dan diabetes ikut berubah. Selama bulan Ramadhan, polamakan dan minum akan berubah. Waktu yang leluasa untuk minum obat berubah dari24 jam menjadi hanya 10,5 jam (dari saat berbuka hingga waktu subuh), sehingga harus diatur sedemikian rupa sehingga obat yang diminum tetap efektif dan bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit.  

Sebuah penelitian dilakukan pada 81 orang pasien di Maroko. Sebanyak 58% mengubah pola makan obat ketika bulan Ramadan yaitu 35orang menghentikan pengobatan, 8 orang mengganti jadwal minum obat, dan 4 orang meminum obat yang dijadwalkan beberapa kali minum dalam sehari menjadi hanya satu kali minum. Penelitian yang melibatkan jumlah pasien yang lebih banyak (325 orang) dilakukan di Kuwait. Sebanyak 64% diantara mereka mengubah pola minum obat mereka, dan 18% diantaranya meminum obat yang seharusnya untuk sehari dalam satu kali minum. Laporan medis di negara tersebut menyebutkan bahwa pada awal bulan Ramadan banyak pasien yang masuk ke unit gawat darurat maupun ke ICU karena tidak mau minum obat saat Ramadan, atau mengubah jadwal minumnya dengan cara yang salah.  

Fenomena yang hampir sama dialami di Indonesia. Pada setiap pertengahan bulan puasa dan awal lebaran banyak pasien yang dirawat dirumah sakit. Hal ini salah satunya karena ketidakdisiplinan para pasien penyakit menahun dalam mengkonsumsi obat. Seringkali pasien mengubah pola konsumsi obatnya tanpa berkonsultasi dengan dokter. Disamping itu, banyak pula diantara para dokter tidak memperhatikan pola pemberian obat saat puasa. Misalnya adalah pemberian obat antibiotik 3 kali sehari saat puasa. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh dokter jika pasien tetap menginginkan untuk tetap menjalankan kewajiban puasa. Seorang dokter harus dapat memilih pola konsumsi obat yang paling sesuai untuk para pasiennya. Keputusan mengubah jadwal minum obat memang dikhawatirkan membahayakan keadaan orang sakit. Jadi perlu sikap yang baik untuk membuat jadwal minum obat sesuai dengan kondisi saat puasa. Bagimana pola minum obat yang benar ketika sedang berpuasa agar efek terapi menjadioptimal??  Berikut ini adalah panduan minum obat pada saat bepuasa:  
  1. Bila aturan pakainya 3 kali sehari  
  • Setelah makan:  Minumlah obat setelah makan berbuka puasa, sebelum tidur (setelah menyantap sedikit makanan) dan setelah makan sahur. Kecuali obat-obat tertentu yang memiliki indeks terapi sempit seperti digoxin, phenythoin, theofilin dan beberapa antibiotic sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter yang meresepkan atau apoteker. •
  • Sebelum makan Bila aturan pakai 3 kali sehari sebelum makan: Minumlah obat setelah minum berbuka puasa lalu setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan berat. Penggunaan ke dua saat hendak tidur (kira-kira jam 10 malam), tapi perut jangan diisi makanan setengah jam sebelumnya. Penggunaan obat ketiga minimal setengah jam sebelum makan sahur. 
  • 2. Bila aturan pakainya 2 kali sehari  
  • Setelah makan Minumlah obat setelah makan berbuka puasa dan setelah makan sahur.  
  • Sebelum makan Minumlah obat setelah minum berbuka puasa. Setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan berat. Minum obat berikutnya minimal setengah jam sebelum makan sahur. Obat-obat H2 Bloker seperti ranitidine, cimetidine, dan famotidin sebaiknya diminum menjelang tidur dan sebelum makan sahur  
  • 3. Bila aturan pakainya 1 kali sehari  
  • Setelah makan Kita bebas memilih setelah berbuka puasa atau saat sahur. Akan tetapi yang perlu digaris bawahi adalah waktu minumnya harus konsisten (sama) hal ini akan berpengaruh terhadap ADME obat  
  • Sebelum makan Kita bebas memilih setelah minum pembuka puasa (setengah jam sebelum makan berat) atau setengah jam sebelum sahur.  
Informasi beberapa obat:  
  1. Obat antihipertensi Obat antihipertensi kini sudah banyak di formulasi untuk pemakaian sekali dalam sehari. Jika dokter telah meresepkan antihipertensi semacam ini, lebih disarankan agar obat diminum saat makan sahur sehingga obat tersebut dapat mengendalikan tekanan darah selama beraktivitas di siang hari. Riset menunjukkan bahwa tekanan darah mencapai angka paling tinggi pada pukul 9 – 11 pagi dan paling rendah pada malam hari setelah tidur. Oleh karena itu, sebaiknya obat antihipertensi diminum pada pagi hari. Perlu hati-hati jika obat anti hipertensi diminum malam hari karena mungkin terjadi penurunan tekanan darah yang berlebihan pada saat tidur.
  2. Obat maag Jika dokter telah meresepkan obat yang hanya digunakan sekali dalam sehari, misalnya omeprazol, lansoprazol, esomeprazol atau pantoprazol sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan obat maag yang lazimnya diberikan sehari dua kali, misalnya ranitidin, cimetidin atau famotidin, maka hendaknya dipilih saat malam hari sebelum tidur dan pada waktu makan sahur. Hal ini disebabkan asam lambung mencapai kadar paling tinggi pada saat dini hari, sehingga sebaiknya diminum malam hari untuk mencegah kenaikan asam lambung berlebihan. 
  3. Obat antidiabetes Obat antidiabetes yang hanya cukup diminum satu kali dalam sehari, misalnya glimepirid, glibenklamid atau glipizid sebaiknya digunakan pada saat berbuka puasa untuk mengontrol kadar gula dalam darah, karena pada saat tersebut ada kecenderungan kadar gula dalam darah akan meningkat berlebihan. Namun apabila obat antidiabetes anda diresepkan dua kali dalam sehari, misalkan metformin, lebih disarankan untuk diminum saat berbuka puasa dan malam hari sebelum tidur. Hindari penggunaan obat-obat antidiabetes pada saat makan sahur agar tidak terjadi keadaan hipoglikemia pada saat berpuasa pada siang harinya. 
  4. Obat penurun kolesterol Obat penurun kolesterol (simvastatin, atrovastatin atau rosuvastatin) paling baik diminum pada pukul 7-9 malam atau saat menjelang tidur malam, karena memberikan efek lebih baik. 
  5. Obat dengan indeks terapetik sempit dan Antibiotik Obat dengan indeks terapi sempit sepeti theophylin, digoxin, phenytoin dan beberapa antibiotik sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter yang meresepkan. Jika dokter memberikan obat dengan pemakaian 3 atau 4 kali sehari, tanyakan apakah ada alternatif obat sejenis yang bisa diminum 1 atau 2 kali sehari.  

Penggunaan obat yang tidak membatalkan puasa:  
  1. Obat tetes mata, tetes telinga, tetes hidung atau alat hirup melalui hidung jika masuknya zat kedalam kerongkongan bisa dihindari. 
  2. Alat-alat kesehatan atau cairan yang digunakan untuk membersihkan (antiseptik), untuk kontrasepsi (IUD) atau untuk pembuangan.  
  3. Injeksi atau obat suntik untuk pengobatan kulit, otot atau urat, kecuali ciran infus atau injeksi zat makanan.  
  4. Gas oksigen  
  5. Anestesi lokal  
  6. Suppositoria, rectal tube dan ovula  
  7. Zat yang diserap melalui kulit seperti plester, minyak gosok, salep, dll.

Senin, 10 Oktober 2011

Penyimpanan Obat

CARA MENYIMPAN OBAT
Masa penyimpanan  semua jenis obat mempunyai batas waktu, karena lambat laun obat akan terurai secara kimiawi akibat pengaruh cahaya, udara dan suhu. Akhirnya khasiat obat akan berkurang. Tanda2 kerusakan obat kadangkala tampak dengan jelas, misalnya bila larutan bening menjadi keruh dan bila warna suatu krim berubah tidak seperti awalnya ataupun berjamur. Akan tetapi dalam proses rusaknya obat tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk dan baunya obat tidak berubah, namun kadar zat aktifnya sudah banyak berkurang, atau terurai dengan membentuk zat-zat beracun. berkurangnya zat aktif hanya dapat ditetapkan dengan analisa di laboratorium. Menurut aturan nternasional, kadar obat aktif dalam suatu sediaan diperbolehkan menurun sampai maksimal 10%, lebih dari 10% dianggap terlalu banyak dan obat harus dibuang. 

Aturan penyimpanan
Guna memperlambat penguraian, maka semua obat sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dalam wadah asli dan terlindung dari lembab dan cahaya. Dan hendaknya di suatu tempat yang tidak bisa dicapai oleh anak2, agar jangan dikira sebagai permen berhubung bentuk dan warnanya kerapkali sangat menarik. Obat-obat tertentu harus disimpan di lemari es dan persyaratan ini selalu dicantumkan pada bungkusbya, mis. insulin. 

Lama penyimpanan obat
Masa penyimpanan obat tergantung dari kandungan dan cara menyimpannya. Obat yang mengandung cairan paling cepat terurainya, karena bakteri dan jamur dapat tumbuh baik di lingkungan lembab. Maka itu terutama obat tetes mata,  kuping dan hidung, larutan, sirup dan salep yang mengandung air/krim sangat terbatas jangka waktu kadaluwarsanya. Pada obat-obat biasanya ada kandungan zat pengawet, yang dapat merintangi pertumbuhan kuman dan jamur. Akan tetapi bila wadah sudah dibuka, maka zat pengawetpun tidak dapat menghindarkan rusaknya obat secara keseluruhan. Apalagi bila wadah sering dibuka-tutup. mis. dengan tetes mata, atau mungkin bersentuhan dengan bagian tubuh yang sakit, mis. pipet tetes mata, hidung atau telinga. Oleh karena itu obat hendaknya diperlakukan dengan hati-hati, yaitu setelah digunakan, wadah obat perlu ditutup kembali dengan baik, juga membersihkan pipet/sendok ukur dan mengeringkannya. Di negara2 maju pada setiap kemasan obat harus tercantum bagaimana cara menyimpan obat dan tanggal kadaluwarsanya, diharapkan bahwa di kemudian hari persyaratan ini juga akan dijalankan di Indonesia secara menyeluruh. Akan tetapi, bila kemasan aslinya sudah dibuka, maka tanggal kadaluwarsa tsb tidak berlaku lagi. Dalam daftar di bawah ini diberikan ringkasan dari jangka waktu penyimpanan dari sejumlah obat, bila kemasannya sudah dibuka. Angka2 ini  hanya merupakan pedoman saja, dan hanya berlaku bila obat disimpan menurut petunjuk2 yang tertera dalam aturan pakai

Jangka waktu penyimpanan          
                               

tab/kap
3 tahun
salep mata
6 bulan
salep/pasta (tube)
serbuk/tabor
pil
krim/gel (tube)
larutan tetesan
suspensi
3 tahun
1 tahun
1 tahun
6 bulan
6 bulan
6 bulan
salep/pasta
pot cairan untuk kulit
tet .telinga 
tet/sempr.hidung
krem (pot)
 tet/bilasan mata        
6 bulan
6 bulan
6 bulan
3 bulan
3 bulan
1 bulan

Sukses tanpa mempedulikan keterbatasan fisik atau penyakit yang diderita

Pernahkan Anda?
Menjadikan kesehatan dan keterbatasan fisik sebagai "Excuse" atas kegagalan?

Napoleon Bonaparte mempunyai tubuh yang pendek di bawah standar militer, akan tetapi berhasil menaklukkan Eropa. Jika Napoleon ingin memberikan
penghargaan ke pundak tentaranya, ia menyuruh tentara tersebut menunduk.

John F. Kennedy, sebenarnya menderita sakit saraf tulang belakang yang parah, ketika menjadi presiden Amerika Serikat ke-35. Bahkan untuk duduk saja ia ditopang oleh alat bantu dan pandangan matanya hanya bisa lurus ke depan. Tetapi semua dirahasiakan sampai akhirnya ia tertembak. Salah satu sebab kenapa ia tertembak dua kali adalah karena penyangga lehernya tidak memungkinkan ia menunduk dengan cepat.

David Beckham salah satu kakinya sedikit lebih panjang dari kaki lainnya. Akan tetapi kini justru menjadi kekuatannya dalam bermain sepak bola.

John Milton, sekalipun buta, mengarang sajak teragung di Inggris berjudul Paradise Lost (Surga yang hilang).

Shakespeare, sekalipun lumpuh tidak menghalangi dirinya mengarang berbagai sandiwara terbaik di dunia.

Edison tuli ketika menciptakan music box.

Leonhard Euler (1707 - 1783) merupakan salah satu ilmuwan paling brilian dan produktif. Dia menulis 32 buku, dan ratusan artikel yang jika dikumpulkan bisa jadi 70 jilid. Dia diterima di Universitas Basel umur 13 tahun. Memperoleh gelar sarjana usia 17 tahun. Usia 23 tahun menjadi guru besar fisika, umur 26 tahun menjadi ketua matematika. Dua tahun kemudian ia kehilangan penglihatan di sebelah matanya tapi terus berkarya. Pada usia 69 tahun satu lagi matanya buta. Tapi ia tetap berkarya.

Syekh Ahmad Yassin, menderita lumpuh tangan dan kaki akibat jatuh dalam suatu latihan. Tetapi ia tetap berjuang untuk membebaskan Palestina dan berhasil membangun gerakan Intifadhah yang menjadi titik balik perlawanan Palestina.

dikutip dari tulisan isa alamsyah

Minggu, 15 Mei 2011

Belajar problem solving dari masalahrayap

"Pak, di lemari buku tengah ada rayap-nya!"
Setidaknya itu informasi singkat yang saya terima dari salah satu staf Asma Nadia Publishing, ketika kita sedang beres-beres kantor.
"OK, nanti saya check. Kamu lihat ada rayap-nya atau cuma sarangnya?" saya coba telusuri sejauh masalahnya lebih jauh.
"Lihat Pak, ada rayapnya!"
SOS...SOS...SOS
Ketika saya dengar informasi ada rayapnya, saya langsung berpikir masalah ini akan besar.
Ya, karena kerabat saya yang berbisnis di bidang furnitur pernah bilang, kalau perkakas kayu ada rayapnya sebaiknya semua bagian dibuang atau akan merambat kemana-mana.
Saat itu juga saya langsung memutuskan untuk melihat.
Setelah saya lihat sekilas, memang terlihat ada gundukan kecil sarang rayap di lemari tengah.
Lalu saya mulai tarik buku-buku yang berjajar di lemari tengah.
Ternyata bagian belakang sudah geroak dimakan rayap dan buku tersebut sebagian besar sudah jadi sarang rayap.
Lalu saya lihat buku di atasnya ternyata bernasib sama.
Saya putuskan lemari buku tengah dibuang dan dibakar termasuk-buku-bukunya.
Lalu saya lihat lemari disebelah kanannya lemari tengah ternyata juga sudah hancur dimakan rayap, padahal dari depan sama sekali tidak kelihatan ada sarang rayap.
Lalu saya lihat lemari sebelah kirinya, ternyata juga jadi korban.
Hasil serangan rayap tersebut 3 lemari buku dibuang dan dibakar, ratusan buku juga terpaksa dibuang dan dibakar.
Padahal lemari tersebut baru 3 bulan lalu dibereskan.

Ternyata masalah rayap yang kelihatan kecil, hanya beberapa sentimeter gundukan yang terlihat, hanya sedikit gejala dari masalah besar yang tersembunyi.
Dari kejadian ini saya pun belajar tentang kehidupan.

Sebenarnya sebagian besar masalah yang kita hadapi hanya sebagian kecil dari sebuah masalah yang lebih besar.
Masalah di depan mata mungkin hanya gejala, bukan penyakitnya.
Kalau kita tidak menemukan masalah besarnya (penyakitnya) maka kita akan terjebak masalah tersebut selama-lamanya.
Masalah yang kita lihat di depan mata mungkin lebih besar dari yang kita kira.

Dalam kehidupan sosial misalnya.
Kita bertemu dengan pejabat yang korup.
Secara sederhana kelihatannya, korupsi terjadi karena gaji kecil, sehingga jika gaji dinaikkan tidak ada korupsi. Ternyata pejabat bergaji besar juga terlibat korupsi.
Artinya, korupsi adalah gejala yang sudah merambat ke mana-mana.
Masalah utamanya bukan sekedar gaji kecil, tapi juga penegakkan hukum, keadilan sosial, keimanan, moral, toleransi, sportivitas, dan banyak hal terkait dengan hal tersebut.
Jadi untuk menyembuhkannya harus ditangani menyeluruh.

Dalam parenting misalnya.
Ada anak yang nilai pelajarannya buruk.
Orangtuanya sudah mengkursuskan anak tersebut dan privat tapi tidak membaik.
Ternyata setelah diusut masalahnya anak tersebut sedang terganggu konsentrasi-nya karena sering mendengar keributan orang tua.
Atau ternyata di sekolah ia selalu menjadi korban bully (pelecehan senior).
Jadi masalahanya tidak sekedar anak yang malas tapi ada agenda lebih besar yang dihadapinya.
Kalau kita salah deteksi masalah tidak selesai.

Dalam bisnis juga demikian.
Kita bisa kehilangan klien hanya karena masalah kecil.
Ada kisah perusahaan besar kehilangan klien raksasa hanya karena mempunyai operator telepon yang kasar.
Awalnya perusahaan tersebut mengira sang operator hanya perlu sedikit latihan, perusahaan itu tidak sadar bahwa operator adalah ujung tombak perusahaannya hingga akhirnya kehilangan klien besar.

Mendeteksi masalah dengan tepat, melihat masalah sebagai bagian dari masalah yang lebih besar adalah kunci untuk menyelesaikan masalah secara integral.
Semoga saja kita tidak terbuai melihat ketika masalah kecil, karena sebagian masalah kecil adalah tampilan luar dari masalah besar yang tersembunyi.